Arsip untuk Januari, 2008

Kisah Lelaki Sejati

 Kisah ini terjadi pada masa khalifah Umar bin Khattab ra. seorang pemuda kaya hendak pergi ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Dia mempersiapkan segala perbekalannya, termasuk unta yang akan digunakan sebagai kendaraannya. Setelah semua dirasa siap, diapun memulai perjalanannya Ditengah perjalanan, dia menemukan sebuah tempat yang ditumbuhi rumput hijau nan segar. Dia berhenti di tempat itu untuk beristirahat sejenak. Pemuda itu duduk dibawah pohon. Akhirnya, dia terlelap dalam tidurnya yang nyenyak.

Saat dia tidur, tali untanya lepas, sehingga unta itu pergi kesana kemari. Akhirnya unta itu masuk ke kebun yang ada di dekat situ. Unta itu memakan tanam-tanaman dan buah-buahan di dalam kebun. Dia juga merusak segala yang dilewatinya.

Penjaga kebun itu adalah seorang kakek yang sudah tua. Sang kakek berusaha mengusir unta itu. Namun dia tidak bisa. Karena khawatir unta itu akan merusak seluruh kebunnya, lalu sang kakek membunuhnya.
Ketika bangun, pemuda itu mencari untanya. Ternyata, dia menemukan unta itu telah tergeletak mati dengan leher menganga di dalam kebun. Pada saat itu seorang kakek datang.

Pemuda itu bertanya, “Siapa yang membunuh unta ini?”

Kakek itu menceritakan apa yang telah dilakukan oleh unta itu. Karena kuatir akan merusak seluruh isi kebun, terpaksa dia membunuhnya.

Mendengar hal itu, sang pemuda sangat marah hingga tak terkendalikan. Serta merta dia memukul kakek penjaga kebun itu. Nasnya, kakek itu meninggal seketika. Pemuda itu menyesal atas apa yang diperbuatnya. Dia berniat kabur.

Saat itu, datanglah dua orang anak sang kakek tadi. Mengetahui ayahnya telah tergeletak tidak bernyawa dan disebelahnya berdiri pemuda itu, mereka lalu menangkapnya.

Kemudian, keduanya membawa pemdua itu untuk menghadap Amirul Mukminin; Khalifah Uman bin Khattab ra. Mereka berdua menuntut dilaksanakan qishash kepada pemuda yang telah membunuh ayah mereka.
Lalu, Umar bertanya kepada pemuda itu. Emuda itu mengakui pebuatannya. Dia benar-benar menyesal atas apa yang dilakukannya.

Umar berkata, “Aku tidak punya pilihan lain kecuali melaksanakan hukum Allah.”

Seketika itu, sang pemuda meminta kepada Umar, agar dia diberi waktu dua hari untuk pergi ke kampungnya, sehingga dia bisa membayar hutang-hutangnya.

Umar bin Khattab berkata, “Hadirkan padaku orang yang menjamin, bahwa kau akan kembali lagi kesini. Jika kau tidak kembali, orang itu yang akan diqishash sebagai ganti dirimu.”

Pemuda itu menjawab, “Aku orang asing di negeri ini, Amirul Mukminin, aku tidak bisa mendatangkan seorang penjamin.”

Sahabat Abu Dzar ra yang saat itu hadir disitu berkata, “Hai Amirul Mukminin, ini kepalaku, aku berikan kepadamu jika pemuda ini tidak datang lagi setelah dua hari.”

Dengan terkejut, Umar bin Khattab berkata, “Apakah kau yang menjadi penjaminnya, wahai Abu Dzar…wahai sahabat Rasulullah?”

“Benar, Amirul Mukminin,” jawab Abu Dzar lantang.

Pada hari yang telah ditetapkan untuk pelaksanaan hukuman qishash, orang-orang menantikan datangnya pemuda itu. Sangat mengejutkan! Dari jauh sekonyong-konyong meeka melihat pemuda itu datang dengan memacu kudanya. Sampai akhirnya, dia sampai di tempat pelaksanaan hukuman. Orang-orang memandang dengan rasa takjub.

Umar bertanya kepada pemuda itu, “Mengapa kau kembali lagi kesini wahai anak muda, padahal kau bisa menyelamatkan diri dari maut?”

Pemuda itu menjawab, “Wahai Amirul Mukiminin, aku datang kesini agar jangan sampai orang-orang berkata, ‘tidak ada lagi orang yang menepati janji dikalangan orang islam’, dan agar orang-orang tidak mengatakan, ‘tidak ada lagi lelaki sejati, kesatria yang berani mempertanggungjawabkan perbuatannya dikalangan umat Muhammad saw’.”

Lalu Umar melangkah ke arah Abu Dzar Al-Ghiffari dan berkata, “Dan kau wahai Abu Dzar, bagaimana kau bisa mantap menjamin pemuda ini, padahal kau tidak kenal dengan pemuda ini?”

Abu Dzar menjawab, “Aku lakukan itu agar orang-orang tidak mengatakan bahwa, ‘tidak ada lagi lelaki jantan yang bersedia berkorban untuk Saudaranya seiman dalam umat Muhammad saw’.”

Mendengar itu semua, dua orang lelaki anak kakek yang terbunuh itu berkata, “Sekarang tiba giliran kami, wahai Amirul Mukminin, kami bersaksi dihadapanmu bahwa pemuda ini telah kami maafkan, dan kami tidak meminta apapun darinya! Tidak ada yang lebih utama dari memberi maaf di kala mampu. Ini kami lakukan agar orang tidak mengatakan bahwa, ‘tidak ada lagi orang yang berjiwa besar, yang mau memaafkan saudaranya di kalangan umat Muhammad saw’.”

Dari buku “Ketika cinta berbuah surga” – Habiburahman El-Shirazy

Komentar (2) »

Bolang di Pulau OnRust

I’m back..seneng bgt bisa nulis lg,.pengen cerita nech seputar kegiatan Karang Taruna di RT rumah sech jd waktu tgl 1-2 Sept’07 yang lalu kita berpetualang ke Pulau Onrust. Salah satu di kepulauan Seribu, well…konon ceritanya dulu Pulau Onrust itu dijadikan sebagai tempat karantina jamaah haji Indonesia (maklum waktu itu klo naek haji kan masih pke kapal laut alias belum ada pesawat kayanya…Indonesia aja kali ya ;) . Terus pada tahun 1911 selain digunakan sebagai tempat karantina haji juga digunakan untuk tempat kapal berlabuh (sebelum ada Tanjung Priok loch,.). Banyak pedagang dari VOC Belanda dan Inggris yg berlabuh di Pulau ini. Ehm..karena dijadikan sebagai tempat karantina haji otomatis bangunan yg ada di pulau ini berupa kamar2 karantina, rumah sakit, sandaran kapal,WC oya ada juga penjara (untuk tahanan VOC Belanda).

Secara geografis pulau ini lumayan jauuuuhhhh….dari daratan ;p. Untuk sampai kepulau ini kita naik perahu kayu (untuk yg uangnya ngepas :) )nama lainnya perahu odong2 hii.. dari pelabuhan Kamal daerah Jakarta utara uujjuuuung bgt. Kira2 klo dari bekasi 1 1/2 – 2 jam lah. Nahh…yg paling menegangkan tuch ya pas nyebrang laut pke odong2 ini,gimana engga udah tuch kapal asli tradisional bgt,ga da pelampung untuk setiap penumpang,trus ga da asuransi kesehatan (apalagi asuransi jiwa he.he) pokoke klo anak K-3 FKM blg ga “SAFETY”. tapi emang bener sech…

Petualangan dimulai…mulai tampak wajah-wajah tegang,takut klo ga bisa sampe rumah lg,takut klo ketauan mabuk laut,takut klo ketauan ga berani naek perahu, n..ketakutan lain yg terselubung..maka suasana seketika hening…apalagi ketika kita ditengah laut yg tdk diketahui berapa meter dalamnya..Semua diam,antara ketakutan dan terlena dengan pemandangan laut yg subhanallah….qt blm ada yg pernah liat sebelumnya..alhamdulillah..untuk segala Nikmatnya.

Fiuhh…namanya juga anak-anak,dah ngeliat daratan die lupa klo lg namu drmh orang. Rusuh,rame,liar,mentang2 ngeliat pantai pada kabur aja tuch bocah barang2 di perahu maen tinggal aje..(capedeh…)

Panas banget disana,airnya jg asiiiiinn banget, semua serba asinn..untung ga makan ikan asin ;) ampe cape makan ikan bawal dari mulai dibakar,digoreng,sampe disambelin…(berharap ada bakso disana). Petualangan dimulai dimalam hari. Apakah anda pernah jd anak Pramuka? Pasti dah ga asing lg sama namanya Jurit Malam kan? Yups..kita maen Jurit malam di Pulau Onrust (he.he maklum panitianya rata-rata anak pramuka dulunya). Dibagi jadi 4 kelompok dan 4 pos,tiap pos ada gamesnya. Gamesnya ringan-ringan aja seh,yg penting partisipasi dari anak-anak aja..,sekalian menumbuhkan sense of belonging di RT (nyambung ga seh)..alhamdulillah..berhasil.

Mereka seneng bgt,apalagi pas games,mulai dari gerak runut,bos berbisik, tebak lagu..waduhh..mulai dah gayanya yg aneh-aneh muncul,seru,seneng,kreatif jg ternyata.Waah…pokoke unforgetable moment dech (ga nyesel ikutan)..oya untung bawa ubi ama singkong dari bekasi (disana ga da yg jual tau!! Fish Only).,lumayan untuk ganjel perut dimalam hari :)

Pantainya…??kita bisa pilih sendiri mo berenang dimana (kaya kolem renang pribadi getu),..cuma ati2,karangnya tajam (emang ga kerasa di air tapi pas sampe daratan besot-besot dech…maaf ya bahasanya ga disadur :) Dah bosen berenang di Onrust trus kita nyebrang dech ke Pulau Khayangan (masih tetanggaan sama Onrust)..pasirnya lebih halus dari onrust…tapi pulaunya lebih kecil.

Sekeadar saran aja,buat yg suka mancing boleh tuch dijadiin referensi..tapi jgn sendirian ga enak!!! Jangan takut sama air pasang karena ternyata ga seserem yg kita bayangin.. (eh lebih serem dari yg kita bayangin denk he.he :)

Petualangan berakhir…semoga bisa jadi kisah Klasik Untuk Masa Depan (sesuai tema dari Pak RT :p)..

Komentar bertahan »

Rapuh

meskiku rapuh dalam langkah

kadang tak setia kepadamu

namun cinta dalam jiwa

hanyalah padaMu

maafkanlah..bila hati

tak sempurna mencintaiMu

dalam dada kuharap hanya diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu

semua berakhir padaMu

(dari lagu Opick, rapuh)

Komentar bertahan »

Manusia Gerobak

Pernahkah anda melihat manusia gerobak?..sebenernya kurang tau juga namanya apa. Ketika berangkat kerja saya sering sekali melihat mereka di sekitar jalan jatinegara dan kampung melayu.

Pertama melihat kupikir hanya seorang pemulung biasa yang membawa gerobak. Tetapi hari-hari berikutnya,makin lama kok makin banyak?? Setelah lebih teliti lagi ternyata mereka bukan hanya bermata pencaharian sebagai seorang pemulung, tetapi mereka juga hidup dalam gerobak yang mereka bawa itu.

Yang membuat aku lebih heran lagi mereka sampai mempunyai keluarga (ada suami,istri,dan anak) yang semuanya hidup di dalam gerobak tersebut. Mereka juga punya “tetangga” sendiri yang senasib dengan mereka.Masyaalloh,..aku terhenyak melihat mereka. Mereka bisa hidup dalam gerobak itu sungguh luar biasa. Mungkin karena himpitan hidup di Jakarta dan karena mereka ingin bertahan hidup membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,.subhanallah.

Tapi yang sangat aku sayangkan rata-rata usia anak mereka masih balita. Kehidupan mereka di jalan menurutku sangat tidak bagus bagi kondisi si anak. Aku tidak tahu mereka berasal dariman, apakah ke Jakarta hanya transit sebentar atau mereka tidak bisa pulang kekampung halaman mereka atau..atau..atau yang lain.

Mungkin buat mereka lebih baik mereka hidup seperti itu. Bisa anda bayangkan mungkin dengan hidup seperti itu mereka tidak perlu pusing memikirkan harus bayar kontarakan, membayar listrik, membayar air, dengan kata lain beban biaya yang mereka harus keluarkan lebih sedikit dan irit. Tapi bagaimana jika hujan?? Bagaimana mereka mandi dan melakukan kegiatan biologis lainya (seperti maaf buang air kecil dan besar), ehm..mungkin pke WC umum kali ya gak kebayang dech :(

Kira-kira pemerintah Jakarta tau ga ya ada seperti ini di Jakarta? Atau mereka pura-pura tidak tahu? Allahu’alam…yang pasti harus ada tindakan yang pasti dari pemerintah DKI untuk menanggulangi masalah itu. Ayo dong Bang Foke, mana janjimu waktu kampenye dulu!!!!!

Komentar (3) »

W A N I T A

Beberapa waktu yang lalu aku dan temanku pulang kantor naik taksi (biasa numpang si Ibu he.he). Tidak ada yang aneh dengan taksinya. Pun ketika kita duduk dalam taksi jg tidak ada yang aneh.

Kira-kira setelah 15 menit perjalanan baru terjadi keanehan itu. Aku dan temanku duduk di kursi belakang sambil menerawang jalan yang padat kendaraan. Tiba-tiba teman sebelahku ketawa cekikikan sendirian. “Loh mba kenapa?” tanyaku. Lalu dia menjawab “eh din liat deh nama supir taksinya!” spontan aku melirik identitas sopir taksi itu dan spontan aku jg tertawa cekikikan bersama temanku.

Karena merasa ada yg aneh si Ibu yg baik hati memberikan kita tumpangan jg bertanya : “eh,.pada kenapa sih kok ketawa-ketawa??”,..aku dan temenku saling sikut untuk memberitahu ibu itu (sebenernya kita gak enak kasih taunya soalnya ada pak sopir disebelahnya.

Lalu dengan rasa penasaran akhirnya aku berani tanya ke Sopir tersebut. “Pak, maaf memang benar nama bapak itu?” tanyaku. Lalu bapak itu bilang “Ha.ha.ha mba bukan pertama orang yang tanya dan ngetawain saya.,dah banyak yg ngetawain juga kok.” Si ibu jg spontan ketawa melihat nama yg tertera di ID supir taksi itu. WANITA,..ya benar nama sopir taksi itu WANITA yang dalam bahasa jawa artinya Berani Tidak ?? (diambil dari kata Wani dan Ta’ dlm bahasa jawa).

Hua.ha.ha.ha..karna ga tahan menahan ketawa akhirnya kita mohon ijin sama sopir taksi untuk ketawa sepuasnya dan alhamdulillah bapak itu mengijnkan. Masyaalloh puas dech kita ketawa di taksi.

Oalah pak’E ono-ono wae sih jenenge..

Komentar (2) »