Manusia Gerobak

Pernahkah anda melihat manusia gerobak?..sebenernya kurang tau juga namanya apa. Ketika berangkat kerja saya sering sekali melihat mereka di sekitar jalan jatinegara dan kampung melayu.

Pertama melihat kupikir hanya seorang pemulung biasa yang membawa gerobak. Tetapi hari-hari berikutnya,makin lama kok makin banyak?? Setelah lebih teliti lagi ternyata mereka bukan hanya bermata pencaharian sebagai seorang pemulung, tetapi mereka juga hidup dalam gerobak yang mereka bawa itu.

Yang membuat aku lebih heran lagi mereka sampai mempunyai keluarga (ada suami,istri,dan anak) yang semuanya hidup di dalam gerobak tersebut. Mereka juga punya “tetangga” sendiri yang senasib dengan mereka.Masyaalloh,..aku terhenyak melihat mereka. Mereka bisa hidup dalam gerobak itu sungguh luar biasa. Mungkin karena himpitan hidup di Jakarta dan karena mereka ingin bertahan hidup membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,.subhanallah.

Tapi yang sangat aku sayangkan rata-rata usia anak mereka masih balita. Kehidupan mereka di jalan menurutku sangat tidak bagus bagi kondisi si anak. Aku tidak tahu mereka berasal dariman, apakah ke Jakarta hanya transit sebentar atau mereka tidak bisa pulang kekampung halaman mereka atau..atau..atau yang lain.

Mungkin buat mereka lebih baik mereka hidup seperti itu. Bisa anda bayangkan mungkin dengan hidup seperti itu mereka tidak perlu pusing memikirkan harus bayar kontarakan, membayar listrik, membayar air, dengan kata lain beban biaya yang mereka harus keluarkan lebih sedikit dan irit. Tapi bagaimana jika hujan?? Bagaimana mereka mandi dan melakukan kegiatan biologis lainya (seperti maaf buang air kecil dan besar), ehm..mungkin pke WC umum kali ya gak kebayang dech :(

Kira-kira pemerintah Jakarta tau ga ya ada seperti ini di Jakarta? Atau mereka pura-pura tidak tahu? Allahu’alam…yang pasti harus ada tindakan yang pasti dari pemerintah DKI untuk menanggulangi masalah itu. Ayo dong Bang Foke, mana janjimu waktu kampenye dulu!!!!!

3 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    progoharbowo berkata,

    Ya, kalau kita lihat yang seperti ini….
    betapa bersyukurnya kita sudah diberi kesempatan merasakan hidup yang lebih baik dari mereka.
    Tinggal bagaimana kita menyikapinya ….
    mau sekedar bertanya atau menyalahkan pihak lain atau secara proaktif kita melakukan sesuatu yang lebih berarti untuk memperbaiki keadaan walaupun dalam skala kecil sejauh kita bisa jangkau.

  2. 2

    duns berkata,

    iya mas progoharbowo saya setuju, kita memang harus selalu bersyukur sama apa yg telah diberiNya,.walaupun kita tidak melihat keadaaan mereka yg seperti itu kita toh tetap harus bersyukur kan? :)

  3. 3

    novich berkata,

    ehm… kebetulan ana dpt tugas bikin makalah tentang kehidupan manusia gerobak ane hampir tidak percaya dengan realita kehidupan sosial jakarta,kita semua seakan lupa dengan segala tanggung jawab kita sebagai makhluk sosial.
    manusia gerobak hidup mu lebih mulia daripada manusia pengadilan yang berhati kerdil,
    hidup mu lebih berarti daripada manusia-manusia birokrasi yang korupsi.


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda